Kamis, 20 Juli 2006, 20:32 WIBPOLLINGReporter : Redaksi
Banda Aceh, acehkita.com. Bagaimana pembaca acehkita.com menilai Undang Undang Pemerintahan Aceh (UU PA) yang disahkan DPR RI pada 11 Juli lalu? Apakah sesuai dengan Nota Kesepakatan (MoU) Helsinki atau justru melenceng.
Banda Aceh, acehkita.com. Gerakan Aceh Merdeka mengancam akan menolak Undang Undang Pemerintahan Aceh yang akan diparipurnakan parlemen Indonesia pada 11 Juli mendatang. Pasalnya, GAM menilai hanya substansi Nota Kesepakatan (MoU) Helsinki yang tidak dimasukkan dalam UU tersebut.
Wanti-wanti itu disampaikan Deputi Juru Bicara GAM, Munawarliza Zain, saat dihubungi acehkita.com, Rabu (5/7).
TEMPO Interactive, Jakarta: The Free Aceh Movement (GAM) has stated that the Indonesian Military (TNI) was the most responsible party for the shooting incident in Paya Bakong, North Aceh, Monday (3/6).
Sofyan Dawood, spokesperson for the GAM Aceh Transfer Committee, during a press conference at the committee’s office in Punteur village, Blang Mangat District, Lhokseumawe, stated that there was no reason for anyone to accuse GAM being behind the shooting.
This is because all GAM’s weapons have been destroyed.
kiBanda Aceh, acehkita.com. Untuk memaksimalkan keterlibatan perempuan dalam proses perdamaian dan reintegrasi, sejumlah aktivis perempuan mendeklarasikan Liga Inong Acheh (Lina) di Banda Aceh, Senin (12/6).
Para aktivis yang mendeklarasikan Liga adalah, Shadia Marhaban, Maryati, Dewi Meutia, dan Cut Fatma Dahlia. Selain para aktivis, sejumlah mantan pasukan perempuan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) divisi Inong Balee juga terlibat dalam Liga. Dalam deklarasi di sebuah restoran di Banda Aceh itu, hadir sejumlah bekas kombatan Inong Balee, mahasiswi, aktivis perempuan, dan unsur Aceh Monitoring Mission (AMM).
Kamis, 8 Juni 2006, 16:06 WIBReporter : Radzie
Banda Aceh, acehkita.com. Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menyatakan telah terjadi pelanggaran terhadap Memorandum of Understanding (MOU) Helsinki dalam pembahasan Rancangan Undang Undang Pemerintahan Aceh (RUU PA) yang saat ini sedang dibahas di tingkat Panitia Kerja (Panja) DPR RI.
Hal itu dikemukakan Teuku Kamaruzzaman, SH, salah seorang tim perumus RUU PA dari GAM, dalam konferensi pers di Kantor Komite Peralihan Aceh (KPA) di Banda Aceh, Kamis (8/6).
Banda Aceh, acehkita.com. Awal bulan Mei 2006, masyarakat dikejutkan dengan berita adanya korban tsunami yang mendapatkan rumah lebih dari satu. Ironisnya, ada yang memperoleh bantuan rumah –dari sumber bantuan yang berbeda—hingga enam unit. Ini tentu “prestasi” yang luar biasa dan sangat disayangkan. Padahal, ratusan ribu korban gempa dan tsunami lainnya, masih tinggal berhimpit-himpitan di barak dan tenda-tenda yang panas dan pengab.
Aceh Utara, acehkita.com. Sebanyak 1.037 Kepala Keluarga (KK), pengungsi transmigran asal Kabupaten Aceh Utara yang mengungsi ke sejumlah daerah di luar Aceh, akan dipulangkan ke desa asalnya.
Para pengungsi tersebut tersebar di beberapa lokasi, masing-masing di UPT Satu Krueng Pase, Kecamatan Simpang Kramat (sebanyak 592 KK), UPT Dua Kreung Pase, Kecamatan Syamtalira Bayu (49 KK), dan UPT Tiga Pirsus Krueng Pase, Kecamatan Tanah Luas, (276 KK). Lalu ada pengungsi transmigran lokal sebanyak 120 KK di Transabangdep Jeulikat, Kecamatan Nisam.