Welcome Guest! | Register | Login
ID: [LUPA?]

PASS:[LUPA?]

[Tiada ID?]
[Welcome! Orang Baru]
News Home
English
Bahasa
Acheh
Forum
Pendapat
Artikel
Dictionary Kamus
Translation
Learn Achehnese
Bahasa Cerpen
Cari
Hantar Cerpen
Senarai
Statistik
Lawak
Hantar Lawak
Chat
Pertanyaan Lazim
Acheh
Mutiara Hadis
Kata
Links


Krueng Lagu Acheh Online
Krueng Kamus Acheh Online

Logo Web2 Aneuk Acheh



12 March, 2008
Uang Tsunami Dibeli Senjata dan Amunisi

Revisi Perpres BRR Berlangsung Panas
Uang Tsunami Dibeli Senjata dan Amunisi

[ rubrik: Serambi | topik: Rekontruksi & Rehabilitasi Aceh ]


BANDA ACEH - Dana rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh-Nias pascagempa dan gelombang tsunami 2004 lalu, ternyata juga digunakan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias, untuk membeli peralatan militer seperti, suku cadang pesawat, senjata dan amunisi bagi TNI/Polri. Hal itu terungkap dalam rapat pembahasan revisi (perubahan) isi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 30 Tahun 2005 tentang Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat NAD dan Kepulauan Nias, yang berlangsung di Hotel Sulthan, Banda Aceh, Rabu (12/3) kemarin.

 


Sejumlah peserta rapat mengaku sangat terkejut ketika melihat lampiran Perpres yang akan dibahas itu. Pasalnya, di sini tercantum pula pengadaan suku cadang/ban pesawat, peralatan berat, serta persenjataan ringan dan amunisi bagi TNI/polri. Kalau dana rehab dan rekon (uang bantuan tsunami) terlalu banyak digunakan untuk beli peralatan persenjataan TNI/Polri, porsi untuk membantu korban tsunami bisa berkurang, ujar seorang peserta kepada Serambi, kemarin.

Peserta itu menyebutkan, jumlah amunisi yang dibeli mencapai 19.769 butir, suku cadang dan ban pesawat 2.299 unit, alat utama militer 985 unit, senjata 295 unit, senapan dan pistol 56 unit, alat berat militer 483 unit, dan lainnya. Tapi kenapa untuk kegiatan rehab rumah korban tsunami, BRR hanya mencantumkan targetnya 67.890 unit, dari yang terdapat dalam rencana induk sebelumnya mencapai 155.838 unit. Untuk bantuan rumah, targetnya mencapai 139.195 unit dari 90.158 unit yang dibuat dalam rencana induk, katanya mempertanyakan.

Rehab tambak nelayan juga masih rendah, baru seluas 18.631 ha dari yang direncanakan 36.597 ha. Rehab hutan mangrove (bakau) lebih sedikit lagi baru terealisir 10 persen atau sekitar 16.775 ha, dari yang direncanakan 164.640 ha. Untuk pelebaran dan pengaspalan ruas jalan tengah (NAD) baru sepanjang 191 km dari 341 km yang direncanakan dalam perpres. Lintas timur, lebih pendek lagi cuma 80 km dari 257 Km yang direncanakan, tapi untuk lintas barat sudah terlampui dari 441 Km menjadi 702 Km. Sedangkan untuk jalan di Nias, semuanya terlampui.

Rapat revisi Perpres itu pun dilaporkan berlangsung panas. Seorang peserta malah mempertanyakan, mengapa pada awal pembuatan rencana induk, program itu tak dimasukkan dalam lampiran Perpres sebelumnya. Tapi dalam perubahan Perpres yang sedang dibahas bersama, masuk dalam daftar lampirannya. Padahal, bila dilihat dari waktu pembuatan rencana induknya, dibuat pertengahan tahun 2005, seharusnya volume dan jenis barang yang mau dibeli masuk dalam lampiran sebelumnya. Fakta itu menujukkan, perencanaan BRR cukup lemah, ujarnya.

 

Perlu dikaji

Terkait dengan masalah pembahasan perubahan isi Perpres Nomor 30/2005 ini, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dalam pidatonya yang dibacakan Sekda Aceh, Husni Bahri TOB mengamanatkan kepada aparatur yang ikut rapat pembahasan perubahan Perpres, apabila terdapat kegiatan yang melebihi sasaran rencana induk, maka pemerintah Aceh pada perinsipnya dapat menerima penyesuaian dimaksud. Kedua, apabila dalam hal tertentu tidak tercapai sasaran dari rencana induk yang telah dibuat dalam perpres, maka alasan penyesuaian sasaran perlu dikaji secara lebih mendalam untuk memustuskannya.

Pertama, kata gubernur, apakah sasaran dimaksud masih relevan untuk diupayakan pencapaiannya. Kedua, apakah terdapat alasan yang wajar untuk melakukan penyesuaian dan ketiga apakah terdapat alasan yang kuat untuk mengurangi lebih lanjut sasaran baru yang diusul atau menghentikan upaya pencapaian sasaran dimaksud. Apabila ada kegiatan yang tidak tercantum dalam rencana induk, tetapi dilaksanakan BRR, maka pemerintah Aceh pada perinsipnya dapat menerima penyesuaian dimaksud. Namun sebelum hasil kegiatan dimaksud diserahkan kepada pemerintah Aceh, perlu dilakukan verifikasi dan evaluasi bersama, katanya.

Kemudian, apabila ada kegiatan yang tercantum dalam rencana induk tetapi tidak dilaksanakan sama sekali, dan diusul untuk dihapus, maka perlu dibahas dan disepakati bersama tentang tindak lanjut penanganannya. Dalam hal diperlukan penyesuaian kebijakan strategi dan sasaran dalam rencana induk yang telah dirubah, maka penyesuaian dimaksud harus ditetapkan Ketua Dewan Pengarah BRR hingga berakhirnya masa tugas BRR, tegas Gubernur.

Dibeli sebelum MoU

Deputi Perencanaan dan Keuangan BRR NAD-Nias, Amin Subekti yang dikonfirmasi mengenai masuknya pengadaan ban pesawat dan amunisi dalam perubahan lampiran Perpres Nomor 30 Tahun 2005 itu, kepada Serambi mengatakan, dalam pelaksanaan rehab-rekon masuk juga program ketertiban dan ketahanan negara. Usulan dan pengadaan perlengkapan/peralatan TNI/Polri itu, dilakukan Kasatker Ketertiban dan Ketahanan BRR, sebelum adanya kesepakatan damai (MoU) Pemerintah RI-GAM, katanya.

dikatakannya, setelah dilaksanakan kesepakatan damai, pengadaan peralatan senjata dengan menggunakan dana rehab-rekon tsunami telah dihentikan. Kasatker Ketertiban dan Keamanan mengusul pengadaan peralatan TNI/Polri, dengan maksud untuk menguatkan kembali peralatan TNI/polri yang telah hancur akibat tsunami. Jadi, sebelum ada MoU, kondisi itu sangat dimungkinkan untuk dilakukan, sehingga Kasatkernya mengadakan program tersebut, ujar Amin.

Jumlah anggaran yang diusul untuk melengkapi kembali peralatan TNI/Polri yang hancur akibat tsunami, kata Amin Subekti, dananya mencapai Rp 1,2 trilliun. Tapi mengingat kebutuhan untuk penanganan kemanusiannya saat itu masih dibutuhkan dana yang cukup besar, usulannya tinggal sekitar Rp 300 miliar saja. Dana sebesar itu digunakan Kasatker Ketertiban dan Keamanan untuk memenuhi kebutuhan penguatan kelembagaan TNI dan Polri, setelah terlebih dulu dilakukan pengkajian yang mendalam, pungkasnya.(her)



http://www.serambinews.com/old/index.php?aksi=bacaberita&beritaid=44143&rubrik=1&kategori=1&topik=45
5 Komentar Pembaca
zXLucy | zXLucy@yopmail.com | 03:17 am [GMT] -- 03, January 2010
If you want to know more connecting with this good post, look for http://www.primedissertations.com">thesis writing service or http://www.primedissertations.com">dissertations writing service and buy superb student dissertation there. ***
bumi nusantara | bali | 02:42 pm [GMT] -- 18, October 2009
Pemerintah pusat memang biadab dan kafir, kenapa harus dana bantuan yang di kecilkan hanya utuk memuaskan keinginan sekelompok orang. bagi anda yang menjadi aparat RI sadar lah klo anda itu tak lebih hanya sebagai anjing penjaga bagi orang2 yang berkuasa di pemerintahan. mereka itu belum tentu asal usul nya jelas,mungkin saja mereka itu anak haram yang lahir disemak2 pohon, tidak tau arti agama sebenarnya.untuk apa kita sanjug2 mereka.***
umar | Aceh jaya | 01:38 pm [GMT] -- 08, September 2008
menuro,t...pendapat loen haei syehdara...loen hana seetujue menyoe hak getanyoe di rampas le awak lua
sebab masyarakat aceh nyo kaya....tapi ji tepe lewat politik ,,,roet pemerintahan getanyoe...sebenar jih pemimpin ge tanyo hana jithe getanyo ,,harta tanyo di chok lei awak lua...hasil dari aceh yang pajooh awak lua..neu,teloeng pegah bak pemimpin getanyo sigoe,,,wahei syedara beeh....wasalam aneuk naggroe...di jakarta..... ***
hamid awaludin | aceh | 05:39 am [GMT] -- 29, April 2008
lon seubagai ureung aceh han setuju haba lage nyan,pakoen eh wate na bantuan ke ureung di cok hak uerung aceh.doa lon so-so nyang tjok hak ureung aceh semoga be bek senang donya akhirat.keu anggota pemerintahan acjeh jinoe tulong kaji ulang pu njang neuperjuang segolom neu duk di pemerintahan jinoe.geu tanyoe beu merdeka dari jawa-jawa gasin yang prilaki lage pancuri.***
Anwar Ali | | 02:02 pm [GMT] -- 15, March 2008
Njan sikuntoro ka djikeumarom lagee manok di Acheh. Peugah manteng bak GAM njeng hana seutudju Otonomi, mat djipeuduek sineuk aneuk bude sagai, njak djipe ek keumarom. Paken meunje sare bansa ban bida peundapat batjut katran ladju ngen aneuk bude? Njan sikuntoro awak jawa njeng paleng dadjeue njan, kireman si yudhoyono paken han kapeuduek bak tangkurakdjih manjak djitu soe nandroedjih?. Na ureueng njeng patet tanasehat, na ureueng njeng musti taseumijub bek meupaloe ureueng laen ban saboh Acheh. Meuseue ta kira hana "sopan", meumakna katabiarkan bansateuh hingga hanale maruah akibat gasien. Paken gasien?

Geutanjoe ureueng Acheh hana gasien sibeuteidjih, jawa njeng gasien hingga dibiarkan tinggai dimijub tutue. Hana tapeusalah awak jawanjantjit, njeng salah peunguasadjih mulai dari Suharto, koruptor leumbei wahed, sampoe Yudhoyo no djinoe, hana bida lagee Tjina saboh geudong, diron ukeue droedjih bandum keukajaan neugara njeng diangkot dari Acheh - Sumatra dan West Papua.

Djadi gasien awak Acheh meuseubab harta geutanjoe kadjirampok le awak jawa njeng mat kuasa.Njankeuh seubab geutanjoe djeuet keu gasien. Meu nantjit awak geutanjoe njeng panjang sikula, ken djibila bansa tapi djitamah gideng ateueh ulee bansadroe. Njan peureuseh lagee neumarit le Tgk Hasan Muhammad di Tiro, bahwa awak lambong sikulanjan lagee lumo. Pakiban meukeusud djih? Awak lambong sikulanjan umumdjih dipakek le peunguasa jawa di Acheh untok tarek langai jawa, untok tarek tjreueh jawa. Makadjih geutanjoe hansep ngen careng manteng meunje hana teumakot keu azeueb Allah teuma uroe dudoe. Paken hana teumakot? Njankeuh njeng geukheun hana meuiman, bahpih lambabah ureuengnjan sabe peugahdroe meuiman. "Waminanna simayyaqulu amanna billahi wabil yaumil akhiri, wamahum bimukminin. . . . . . . .". Artidjih: "Dan diantara manusia na njeng peugahdroe meuiman keu Allah dan uroe Akherat, padahai (sesungguhdjih) awaknjan ken ureueng njeng meuiman. Awaknjan keuneuk tipee Allah dan ureueng-ureueng njeng meuiman, padahai awaknjan han (sanggop) djiteumipee keutjuali (tipee)droe awaknjan keudroe. Lam hate awaknjan na peunjaket, lalu Allah Neutamah peunjaketdjih, dan bagi awaknjan siksa njeng peudeh diseubabkan awaknjan meusulet" (QS. 2 : 8,9 dan 10) ***
Nama:
Email:
Asal:

« Tulis: »
Komen:

«htm» hati «salam2u» Assalamu`laikum «mwry» Mawar «lol» lol «multi» kool «loved» angau «icecream» aiskrim «znaika» sukses/grad «nangis» Menangis «nut» juling «hah» haha «hump» menggatal Lagi..
Hantar artikel anda Klik DISINI
Send This ArticleSend

Tajuk Berita :Uang Tsunami Dibeli Senjata dan Amunisi
:Pernyataan Bangsa Acheh Di Australia.
:Warga Peusangan Tewas Ditembak
:Anggota KPA Pase Tewas Ditembak
:GeRAK Nilai BRR Boros
:Bahasa Aceh Terancam Punah
:TIDAK ADA DALAM MOU HELSINKI 15 AGUSTUS 2005 LARANGAN BAGI RAKYAT ACHEH UNTUK MENURUNKAN BENDERA MERAH PUTIH
:LAPORAN KEGIATAN LATIHAN TEMBAK MENEMBAK PRAJURIT TNI DI KECAMATAN MUARA TIGA DAN KECAMATAN BATEE, PIDIE
:Delapan Tahun Tragedi Simpang KKA, Acheh.
9 Komentar Terbaru

oCOLLINSDeborah19
oT Musa
oedie
omaks
omaks
oanita
oanita
oTranscribing companies
oresearch papers
Segala karya atau berita yg terpapar di laman web ini adalah tertakluk kepada hak cipta penulis-penulis asal karya atau berita tersebut.
Rekabentuk dan konsep adalah milik penuh © Kruëng Networks. 2004-2010. Gunakan link ini untuk menghubungi kami.